Apa Itu Trading Forex Online, Kenapa Bisa Untung dan Rugi?

Trading Forex - Apakah Anda penasaran dengan apa itu Trading Forex Online? Jika iya, maka Anda tidak salah jika menemukan artikel ini, sebab di website analisamarket.com akan mengulas lebih dalam mengenai berbagai macam hal yang berhubungan dengan trading forex. Jika Anda masih pemula dan belum mengerti apa dan bagaimana trading forex online itu, maka silahkan dibaca ulasan berikut hingga selesai


Apa itu Trading Forex Online


Apa itu Trading Forex


Dikutip dari Investopedia, "Forex Trading is the exchange of one currency to another for trading purposes". Artinya, Trading Forex adalah pertukaran satu mata uang dengan mata uang lainnya untuk tujuan perdagangan.


Forex sendiri adalah sebuah singkatan dari Foreign Exchange, yang artinya pertukaran nilai mata uang asing (valas). Pertukaran mata uang yang bagaimana? Gampangnya begini, pernahkah Anda memperhatikan ketika datang ke sebuah Bank dan melihat ada papan dengan tulisan seperti ini..


"KURS VALUTA ASING"

MATA UANG KURS BELI KURS JUAL
USD 14.225 14.725
GBP 19.320 19.820
EUR 16.398 16.898
AUD 10.455 10.955
SGD 10.480 10.980
JPY 125,25 125,15


Nah itu adalah sebuah contoh nilai kurs yang digunakan sebagai dasar perhitungan ketika terjadi transaksi pertukaran mata uang, khususnya mata uang IDR (Rupiah) dengan mata uang asing lainnya.

 

Misalnya begini, pada papan kurs valuta asing tersebut tercatat, mata uang USD memiliki kurs beli 14.225 dan kurs jual 14.725, maka ketika Anda ingin membeli 1 USD, Anda harus mengeluarkan IDR sebesar Rp. 14.725,-.


Kenapa memakai harga "KURS JUAL"? Bukankah Anda ingin membeli 1 USD?


Hal ini karena harga kurs pada papan tersebut adalah harga catatan dari sudut pandang provider (Bank). Jadi, ketika Anda ingin membeli 1 USD dari Bank, itu berarti Bank juga akan menjual 1 USD nya kepada Anda (Anda membeli, Bank menjual dalam satu waktu dan satu transaksi). Dalam bahasa trading forex, hal ini disebut dengan istilah pair (silahkan baca artikel analisamarket.com lainnya mengenai Istilah dalam Trading Forex). Pair yang dimaksud dalam hal ini adalah antara mata uang USD dan mata uang IDR yang disimbolkan dengan USD/IDR.


Nah, atas peristiwa transaksi itu, kemudian Bank akan membukukannya sebagai transaksi penjualan dengan harga senilai kurs jual saat itu. Dan ketika Anda membeli 1 USD, maka Anda harus membayar senilai harga kurs jual saat itu. Sampai disini paham kan?


Begitu juga sebaliknya, ketika Anda akan menukarkan atau menjual 1 USD kepada Bank, maka 1 USD yang Anda miliki akan ditaksir atau dihargai senilai kurs beli Bank saat itu dan Bank tersebut akan membukukan transaksi ini sebagai transaksi pembelian senilai kurs beli saat itu.


Nah, saat terjadi transaksi pertukaran mata uang itulah, dapat dikatakan sebagai transaksi perdagangan valuta asing atau Trading Forex. Namun hal tersebut terjadi dalam konteks perdagangan forex offline atau konvensional, yang lebih dikenal dengan sebutan exchanger. Niilai kurs yang digunakan pada perdagangan forex offline (trading forex offline) adalah tetap, selama kurun waktu tertentu atau sesuai harga catatan pada papan kurs valuta asing.


Lalu bagaimana dengan Trading Forex Online?


Sejatinya, trading forex online adalah sama dengan hal tersebut diatas, hanya saja dalam trading forex online, menerapkan kontrak derivatif CFD dengan nilai kurs yang berubah-ubah (bergerak naik turun), sesuai dengan hukum permintaan dan penawaran pasar global detik itu, yang kemudian dicatat atau divisualisaikan dalam bentuk grafik.


Sehingga nilai 1 USD saat ini, belum tentu sama nilainya dengan 1 USD beberapa menit kemudian. Nilai dalam hal ini adalah digit angka dalam satuan pip atau Price Interest Point. Nilai pip bisa bergerak ke arah kenaikan, bisa pula bergerak ke arah penurunan dalam waktu yang relatif cepat, tergantung dari pada supply dan demand market saat itu.


Perubahan atau pergerakan nilai dalam waktu yang relatif cepat ini lah yang membuat sedikit berbeda antara trading forex offline dengan trading forex online. Apalagi dalam trading forex online terdapat fasilitas leverage, yang memberi kemudahan bagi trader untuk meningkatkan return hanya dengan memiliki sedikit margin.


Hal inilah yang membuat seorang trader bisa mendapatkan keuntungan yang relatif banyak, ketika melakukan transaksi disaat yang tepat terhadap kenaikan dan penurunan nilai mata uang. Di lain waktu, hal ini juga dapat menjadikan seorang trader mengalami penyusutan nilai yang relatif besar, sehingga akan mengalami kerugian ketika melakukan transaksi yang kurang tepat terhadap naik turunnya nilai mata uang.


Nah sampai disini paham ya... Jadi, keuntungan yang didapat oleh trader bukan berasal dari kerugian yang dialami oleh trader lain, melainkan dari selisih nilai kurs yang mengalami perubahan dalam tempo yang relatif cepat.


Oke sekarang lanjut ke pembahasan liquidity provider agar lebih mengerti kenapa trading forex bisa merugikan.



Apa itu Liquidity Provider


Dilansir dari Investopedia, "A core liquidity provider is a financial institution that acts as a middleman in the securities markets.". Artinya, Liquidity Provider adalah lembaga keuangan yang bertindak sebagai perantara di pasar sekuritas. Penyedia likuiditas ini biasanya lembaga keuangan seperti bank yang menanggung atau membiayai transaksi ekuitas atau utang, tujuannya adalah untuk menjamin adanya posisi beli ketika ada yang ingin menjual dan begitu pula sebaliknya, menjamin adanya posisi jual ketika ada yang ingin membeli.


Setiap liquidity provider, pastinya memiliki Term and Condition yang mengatur tata cara bertrading. Term and Condition tersebut, salah satunya mengatur mengenai perhitungan minimal margin yang dijaminkan. Hal ini bermaksud agar likuiditasnya tetap terjaga, sehingga ketika margin yang digunakan mendekati batas minimal, maka perlu dilakukan tindakan atau force majeure.


Aturan itu kemudian diteruskan oleh setiap broker forex terhadap trader kliennya, yang tertuang dalam Term and Condition masing masing broker. Sehingga perlakuannya pun kurang lebih sama, termasuk saat melakukan tindakan force majeure.


Nah, salah satu tindakan force majeure yang sering terjadi dan dikenal oleh trader adalah Margin Call dan Stop Out. Kedua istilah ini merupakan sebuah informasi sekaligus peringatan bagi trader, ketika margin yang digunakan mendekati atau berada di bawah nilai yang dijaminkan.


Saat margin yang digunakan berada di bawah nilai jaminan, maka transaksi yang dilakukan oleh trader akan tertutup secara otomatis oleh sistem, sehingga trader tersebut akan mengalami kerugian. Untuk menghindari kerugian ini, ada beberapa langkah yang dapat dilakukan, salah satunya adalah strategi money management trading.


Nah, sampai disini sudah ada gambaran kan, kenapa trading forex online itu bisa merugikan?


Di lain sisi, trading forex juga bisa menghasilkan keuntungan seperti gambaran singkat diatas, jadi tinggal bagaimana cara pandang dan pemahaman Anda terhadap bisnis trading ini. Jika Anda mampu memahaminya dengan lebih mendetail, kemungkinan untuk berhasil dan sukses akan lebih terbuka.


Kiranya itu saja artikel yang mengupas mengenai apa itu trading forex online dan kenapa bisa untung dan rugi. Semoga artikel ini bisa memberi informasi dan wawasan untuk mengurangi rasa penasaran Anda. Bagi pembaca yang ingin belajar trading forex, bisa membaca artikel lebih lanjut mengenai cara cepat belajar trading forex bagi pemula.


Salam Profit Berkeberkahan.